DIGITAL MARKETING
Oleh: Ariyana Nafisyah
Seiring perkembangan zaman, teknologi semakin
canggih, apapun kegiatan yang kita lakukan selalu berkaitan degan teknologi
digital. Kita sebagai manusia harus
mampu beradaptasi dengan perkem bangan
zaman yang sudah terjadi khususnya beradaptasi dengan digital. Apapun perkembangan yang terjadi pada dunia
kita harus belajar dan terbiasa dengan beradaptasi. Ada kutipan yang mengatakan ‘apabila kita ingin menguasai masa depan
kita harus menguasai digital teknologi, dan ada pula teori yang mengatakan ‘
bahwa sebenarnya manusia yang berhasil, sukses, dan mampu memenangkan sebuah
pertempuran bukanlah manusia yang paling kuat, paling besar tetapi, manusia yang mampu beradaptasi
terhadap perubahan.
Apa itu
Digital Marketing?
Digital marketing adalah upaya pemasaran
produk dengan menggunakan media digital dan jaringan internet. Banyak kelebihan
digital marketing dibandingkan upaya pemasaran tradisional. Kelebihan tersebut
adalah kemudahan dalam menjangkau target pasar lebih luas, membutuhkan biaya
yang lebih kecil dan menggunakan komunikasi dua arah dengan calon konsumen.
Digital marketing adalah bagaimana merancang
sebuah stategis yang kita lakukan agar usaha kita menjadi tumbuh dan
berkembang, agar produk kita lebih dikenal, agar kita mampu berdaya saing di
lingkungan kita.
Mengapa
digital marketing itu penting?
Digital marketing menjadi pertimbangan bagi
para interpreuner muda untuk menjadi kan digital teknologi menjadi bagian dari
strategi pemasaran.
Penggunaan Internet di Indonesia cukup besar
dan sangat aktif karena menunjang berbagai kebutuhan sehari-hari. Ini menjadi
hal yang wajar, mengingat hampir semua sektor sudah terhubung ke internet,
termasuk sektor bisnis yang mulai melakukan perubahan dalam segi marketing.
·
Data
pemakaian teknologi digital januari 2019
Populasi diindonesia pada saat itu berjumlah
268,2 juta penduduk di indonesia, 150 juta diantaran ya sudah melakukan
penetrasi terhadap penggunaan internet, keseluruhan dari pengguna internet
sudah aktif menggunakan sosial media, dari 150 juta pengguna media sosial
aktif, 130 juta hampir 80 persen pengguna mengakses media sosial menggunakan
smartphone.
·
Data
pemakaian teknologi digital januari 2020
Penambahan populasi 1,1 persen yang semula berjumlah 268,2 juta
penduduk, ada penambahan sekitar 2,9 juta penduduk indonesia. Pertumbuhanpenggunaan mobile phone lebih
cepat, yaitu 4,6 persen, begitupun pertumbuhan penggunaan internet tumbuh
sebesar 17 persen dalam satu tahun dan pertumbuhan 8,1 persen / 12 juta orang
dalam satu tahun terhadap penggunaan media sosial.
Sebagai wirausaha muda kita harus mampu
memanfaatkan data penggunaan teknologi serta mencari peluang untuk melakukan
pemasaran bisnis kita. Semakin banyak pengguna
media sosial di indonesia justru kita harus semakin pintar memanfaatkan peluang
yang ada seperti pemasaran dengan
promosi lewat media sosial, seperti youtube, instagram, twitter, facebook, dan
platform bisnis lainnya. Karena orang zaman sekarang sudah mulai acuh tak acuh
dengan promosi menggunakan kertas. Seperti brosur, spanduk, maupun banner itu
tidak membuat para konsumen tertarik dengan bisnis kita.
Sebagai enterpreunersip milenial kita harus
mampu memenuhi kebutuhan konsumen agar kita
bisa memenangkan persaingan di dunia enterpreunership .
Bagaimana
Strategi yang seharusnya kita jalankan dengan sistem digiltal marketing?
Setiap pemilik usaha pastinya menginginkan
keuntungan yang semakin hari semakin bertambah. Perlu usaha yang maksimal untuk
mencapai target penjualan produk yang maksimal pula. Bagi perusahaan yang ingin
memperbaiki dan meningkatkan kondisi pemasaran mereka, perlu adanya sebuah
perencanaan pemasaran terutama dalam hal strategi pemasaran produk. Saat ini,
sistem digital sudah berkembang di dalam kehidupan sehari-hari. Seiring
berjalannya waktu teknologi pun semakin berkembang dari masa ke masa. Kini
banyak perusahaan yang telah menggunakan digital marketing sebagai strategi
yang digunakan untuk memasarkan produk mereka.
Menyusun strategi pemasaran produk sangatlah
penting jika ingin meningkatkan penjualan suatu produk. Menggunakan strategi
yang tepat maka produk yang dipasarkan akan semakin dikenal konsumen. Ketika
melakukan pemasaran produk, tentunya harus mencari model perencanaan digital
marketing terbaik agar teknik yang dilakukan dapat mengenai sasaran dengan
tepat.
Salah satu model perencanaan digital
marketing adalah SOSTAC (Situation analysis, Objectives, Strategy, Tactics,
Action, Control). SOSTAC merupakan model perencanaan pemasaran agar lebih
efektif dalam penerapan pemasaran digital perusahaan untuk pemasaran produk.
SOSTAC bisa digunakan juga sebagai kerangka perencanaan untuk mengidentifikasi
masalah marketing pada suatu pemasaran produk.
Sistem perencanaan SOSTAC adalah karya PR
Smith dan telah dipilih sebagai salah satu dari Top 3 Model Marketing di dunia oleh
para pemberi suara dalam poling the Chartered Institute Of Marketing. Melalui
SOSTAC, kita akan melakukan tinjauan terhadap situasi yang ada di sekitar
bisnis, menentukan tujuan-tujuan berbasis analisis situasi, merencanakan
strategi-strategi yang diperlukan demi mencapai tujuan tersebut, membuat taktik
sebagai turunan detail dari masing-masing strategi, menetapkan penanggungjawab
serta waktu pelaksanaan strategi serta taktik tersebut, serta terakhir
melakukan kontrol atau evaluasi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Pertama, analisis situasi
(Situation Analysis).
Tahap pertama mengaplikasikan kerangka kerja
rencana digital marketing adalah menganalisis situasi. Situasi yang kita kaji
harus merefleksikan gambaran faktor-faktor yang berpengaruh terhadap
organisasi, baik internal dan eksternal. Dalam kajian situasi, kita melakukan
pengecekan mengenai siapa diri kita, apa yang kita lakukan, dan bagaimana kita
berinteraksi serta melakukan transaksi secara daring.
Tahapan ini mampu memberikan gambaran
mengenai organisasi kita dan untuk mencapai hal ini, gunakan metode-metode
berikut ini untuk mendapatkan hasil maksimal:
Siapa konsumen digital kita saat ini,
bagaimana mereka melakukan interaksi dengan merek, platform apa yang digunakan,
dan bagaimana demografinya.
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, and Threats). Apa saja kekuatan, kelemahan, kesempatan, dan
ancaman yang dihadapi oleh organisasi.
Analisis kompetitor. Siapa saja kompetitor
kita? Bagaimana cara mereka berkompetisi? Apakah melalui harga, produk, nilai
tambah, layanan pelanggan, reputasi? Apa saja diferensiasi kunci yang mereka
miliki?
Kedua, tujuan
(Objectives). Tahap kedua mengaplikasikan kerangka kerja rencana digital
marketing adalah fokus terhadap tujuan-tujuan yang ingin dicapai melalui
strategi yang akan kita rumuskan. Setelah tahap pertama kita menganalisis
situasi yang memberikan gambaran mengenai keadaan organisasi, kita mulai
menentukan tujuan terukur dan realistis yang akan diraih melalui strategi
digital marketing.
Dalam menentukan strategi, ingat 5 S dan
pastikan mencapai setiap tujuan secara SMART. 5 S adalah singkatan dari
Sell:
Mencatat bagaimana tingkat penjualan kita
Serve: Bagaimana kita memberikan layanan ,
nilai tambah apa yang sudah kita berikan kepada konsumen.
Save: Sudah efisiankah kita dalam penggunaan
biaya dalam menjalankan bisnis .
Speak:
Bagaimana kita membangun hubungan bisnis dengan konsumen kita, bagaimana
kita mampu mengkomunikasikan produk atau layanan yang kita punya kepada konsumen
kita.
Sizle: Bagaimana kita melakukan perpanjangan atau
memperluas produk dan layanan yang kita punya, contohnya dengan media digital.
Ketiga, strategi (Strategy). Strategi adalah
cara perusahaan mencapai suatu tujuan yang sudah ditetapkan dan diketahui
bersama. Dalam menyusun strategi, segmen konsumen yang dituju dan dilayani
harus tertera di dalam rencana.
Keempat, taktik (Tactics).
Taktik adalah turunan mendetail dari strategi. Taktik mencakup alat-alat
spesifik yang digunakan untuk mencapai tujuan digital marketing. Untuk mencapai
tujuan tersebut, gunakan 7P Marketing Mix yang berfokus pada atribut-atribut
kunci yang perlu diperhatikan Perusahaan X untuk meraih tujuan. 7P Marketing
Mix tersebut adalah Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan
Partnerships.
Kelima,
aksi (Action). Tahap kelima mengaplikasikan kerangka kerja rencana digital
marketing adalah membawa rencana menjadi kenyataan dalam bentuk aksi yang
terukur. Dalam tahap aksi, SOSTAC® mencakup hal apa saja yang diperlukan untuk
melaksanakan taktik.
Keenam, kontrol (Control). Tahap final
mengaplikasikan kerangka kerja rencana digital marketing adalah memonitor dan
mengukur performa berbasis tujuan yang ditetapkan pada tahap dua. Perhatikan
taktik-taktik yang sudah ditetapkan dan lakukan kontrol saat melaksanakan semua
taktik tersebut. Hal ini juga dapat disebut Key Performance Indicator (KPI).
Baca artikel menarik lainnya tentang wirausaha https://www.duniakampus40.net/
MANTAP !!!!
BalasHapusmantaap
BalasHapusMantapp
BalasHapus